BAB I
LATAR BELAKANG
Semakin beragamnya
bakat dan kemampuan anak-anak pada tingkat sekolah dasar, membuat kami
mengambil judul makalah “Prestasi
non-Akademik pada Siswa Sekolah Dasar”. Kami menyadari bahwa hal tersebut
dapat menjadi acuan untuk anak kelak nanti. Banyak bakat dan kemampuan yang
sudah diasah sejak dini, seperti dalam bidang seni, olahraga, dan
ekstrakurikuler. Dengan mengikuti kegiatan tersebut, anak akan dapat belajar
serta menemukan potensi yang ada di dalam dirinya. Serta dapat pula sebagai
sarana bermain yang positif dengan teman-teman yang satu kegiatan dengannya.
Hal ini tentu saja merupakan hal yang positif untuknya, selain menambah ilmu,
anak tersebut secara tidak langsung akan belajar cara sosialisasi dengan orang
baru agar anak tersebut tidak canggung dan gugup nantinya.
BAB II
DASAR TEORI
Bakat merupakan
potensi terpendam yang dimiliki oleh seseorang. Bakat bisa muncul apabila digali,
ditemukan, dilatih, dan dikembangkan. Bakat memungkinkan seseorang dapat berprestasi
di bidang tertentu.
Torrance (1959) dalam
penelitiannya menyimpulkan bahwa kelompok siswa yang kreativitasnya tinggi
tidak berbeda hasil prestasi belajarnya dengan kelompok siswa yang memiliki
intelegensi yang tinggi.
Penelitian Utami
Munandar (1977) menunjukkan bahwa kreativitas dan intelegensi memiliki
keabsahan yang sama sebagai prediktor penentu prestasi belajar.
Pengembangan
Kreativitas dan Keberbakatan D. David 'Raxel' Biondi S., S.Pd. Apakah bakat, talenta,
dan kreativitas itu sama?
Menurut
Merriam-Webster, bakat adalah kemampuan yang melekat di dalam diri seseorang, pembawaan
sejak lahir. Dalam bukunya, Merriam-Webster menyebutkan bahwa talenta adalah
sebutan lain untuk bakat.
Menurut Julius
Chandra, kreativitas adalah kemampuan mental dan berbagai jenis keterampilan
khas manusia yang dapat melahirkan pengungkapan yang unik, berbeda, orisinal,
sama sekali baru, indah, efisien, tepat sasaran, dan tepat guna.
Apakah kreativitas, improvisasi, invention, discovery,
inovasi, dan insight itu sama?
Inovasi adalah
pendayagunaan hasil kreativitas, sehingga mampu menghasilkan cara atau produk yang
benar-benar baru (berbeda dari sebelumnya), untuk mencapai tujuan tertentu atau
untuk memecahkan masalah tertentu.
Improvisasi adalah
melakukan sesuatu tanpa persiapan. Biasanya terjadi secara serta merta karena
didukung oleh kondisi dan keadaan . Improvisasi bersifat spontan dan refleks.
Invention adalah
penemuan sesuatu yang benar-benar baru, artinya hasil kreasi manusia. Benda
atau hal yang ditemui itu benar-benar sebelumnya belum ada, kemudian diadakan
dengan kreasi baru.
Discovery adalah
penemuan sesuatu yang sebenarnya benda atau hal yang ditemukan tersebut sudah
ada sebelumnya, namun belum diketahui oleh orang banyak.
Insight adalah proses
munculnya sudut pandang atau pengilhaman yang mengarah kepada suatu ide
tertentu, atau ke pengertian yang lebih luas terhadap suatu permasalahan.
Apakah orang yang intelegensi
tinggi itu kreatif ? Atau malah sebaliknya, apakah orang kreatif itu selalu
memiliki intelegensi yang tinggi?
Kreativitas = Berpikir Divergen
Intelegensi = Berpikir Konvergen
Lalu, bagaimana hubungan antara kreativitas dengan intelegensi?
Hubungan antara kreativitas
dengan intelegensi tidak selalu menunjukkan hasil yang memuaskan. Walau ada
anggapan bahwa kreativitas memiliki hubungan yang bersifat korelasi positif dengan
intelegensi, tapi bukti-bukti dari hasil penelitian tidak mendukung hal itu.
Skor IQ yang rendah memang
diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. Namun semakin tinggi skor IQ
tidak selalu diikuti oleh tingkat kreativitas yang tinggi pula. Sampai pada skor
IQ tertentu, masih terdapat korelasi yang cukup berarti.
Tetapi lebih tinggi
lagi, ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat
kreativitas. Bagaimana peranan kreativitas dan intelegensi terhadap prestasi
belajar?
Anak berbakat adalah mereka yang oleh orang-orang
profesional diidentifikasi sebagai anak yang mampu mencapai prestasi yang
tinggi karena mempunyai kemampuan-kemampuan yang unggul.
Kegiatan non akademik
di sekolah biasa disebut dengan kegiatan ekstrakulikuler. Definisi atau
Pengertian Kegiatan Ekstrakurikuler sebenarnya sangat sederhana. Yakni kegiatan
diluar materi pelajaran wajib sekolah. Adapun lebih mendetailnya penggertian
ekstrakurikuler adalah sebagai berikut. Ekstrakurikuler adalah kegiatan yang
dilakukan siswa sekolah atau universitas, di luar jam belajar kurikulum
standar. Kegiatan-kegiatan ini ada pada setiap jenjang pendidikan dari sekolah
dasar sampai universitas. Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar siswa dapat
mengembangkan kepribadian, bakat, dan kemampuannya di berbagai bidang di luar
bidang akademik. Kegiatan ini diadakan secara swadaya dari pihak sekolah maupun
siswa-siswi itu sendiri untuk merintis kegiatan di luar jam pelajaran sekolah.
Kegiatan ekstrakurukuler menjadi salah satu unsur penting dalam membangun kepribadian
siswa seperti yang tersebut dalam tujuan pelaksanaan ekstrakurikuler di sekolah
yaitu :
1. Mengembangkan bakat dan minat siswa dalam upaya
pembinaan pribadi menuju
pembinaan manusia seutuhnya yang positif.
2. Menyalurkan kemampuan yang dimiliki siswa dan
memanfaatkannya sebaik mungkin dalam
bidang pencapaian prestasi.
3. Sebagai sarana untuk mengisi waktu luang siswa agar
tidak terbuang sia-sia dengan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang sudah
disediakan di sekolah. Kegiatan dari ekstrakurikuler ini sendiri dapat
berbentuk kegiatan pada seni, olahraga, pengembangan kepribadian, dan kegiatan
lain yang bertujuan positif untuk kemajuan dari siswa-siswi itu sendiri.
Berikut beberapa contoh ekstrakurikuler yang di adakan
di sekolah-sekolah di Indonesia:
A. Cabang Olahraga
1. Bola Basket
2. Bola Voli
3. Futsal
4. Sepak Bola
5. Bulu tangkis
6. Judo
7. Karate
8. Pencak silat
9. Pecinta Alam
10. Takraw
11. Tarung derajat
12. Taekwondo
B. Keagamaan
(Pendalaman agama)
1. Kerohanian Islam
2. Kerohanian Kristen
3. Seni Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ)
C. Kesenian /
Apresiasi / Musik
1. Drum band
2. Jurnalis
3. Pemandu sorak
4. Paduan suara
5. Tari
6. Tari modern
7. Tari tradisonal
8. Teater
9. Vokal grup
D. Keilmuan
1. Kelompok Ilmiah Remaja
2. Kelompok Ilmiah Remaja Ilmu Pengetahuan Alam
3. Kelompok Ilmiah Remaja Ilmu Pengetahuan Sosial
4. English Study Club
5. English Debate Club
E. Baris-berbaris
1. Pasukan Pengibar Bendera
2. Praja muda karana (Pramuka)
BAB
III
METODE
PENELITIAN
Pertanyaan
|
Ya
|
Tidak
|
Apakah
adik mengikuti kegiatan olahraga di sekolah seperti bola
|
||
Pernahkah
adik mengikuti lomba bola tersebut
|
||
Jika
pernah apakah adik mendapati prestasi atasa lomba yang adik ikuti
|
||
Apakah
adik mengikuti kegiatan olahraga di sekolah seperti volly
|
||
Pernahkah
adik mengikuti lomba volly tersebut
|
||
Jika
pernah apakah adik mendapati prestasi atasa lomba yang adik ikuti
|
||
Apakah
adik mengikuti kegiatan olahraga di sekolah seperti bulutangkis
|
||
Pernahkah
adik mengikuti lomba bulutangkis tersebut
|
||
Jika
pernah apakah adik mendapati prestasi atasa lomba yang adik ikuti
|
||
Apakah
adik mengikuti kegiatan olahraga di sekolah seperti basket
|
||
Pernahkah
adik mengikuti lomba basket tersebut
|
||
Jika
pernah apakah adik mendapati prestasi atasa lomba yang adik ikuti
|
||
Apakah
adik mengikuti kegiatan ekstrakulikuler seperti paskibra pencaksilat, karate,
atau taekondow
|
||
Pernahkah
adik mengikuti lomba salah satu ekstrakulikuler tersebut
|
||
Jika
pernah apakah adik mendapati prestasi atasa lomba yang adik ikuti
|
Kami mengambil data dari beberapa 60 orang siswa dan beberapa 3 sekolah dasar yang berbeda untuk di minta data yang kami perlukan. Data diambil dengan cara melakukan kuisioner kepada siswa dengan format :
Pertanyaan
|
Ya
|
Tidak
|
Apakah adik suka menyanyi
|
||
Pernahkah adik mengikuti lomba menyanyi (solo atau
paduan suara)
|
||
Jika pernah apakah adik mendapatkan prestasi atas
lomba yang anda ikuti
|
||
Apakah adik suka melukis atau menggambar
|
||
Pernahkah adik mengikuti lomba melukis atau
menggambar
|
||
Jika pernah apakah adik mendapatkan prestasi atas
lomba yang adik ikuti
|
||
Apakah adik suka menari
|
||
Pernahkah adik mengikuti lomba menari
|
||
Jika pernah apakah adik mendapatkan prestasi atas
lomba yang anda ikuti
|
||
Apakah adik suka bermain alat musik (alat musik apa
saja)
|
||
Pernahkah adik mengikuti lomba alat musik (solo atau
paduan suara)
|
||
Jika pernah apakah adik mendapatkan prestasi atas
lomba yang anda ikuti
|
||
Apakah adik mengikuti kegiatan sekolah (seperti
pramuka)
|
||
Pernahkah adik atau sekolah anda mengikuti lomba itu
|
||
Jika pernah apakah adik mendapatkan prestasi atas
lomba yang anda ikuti
|
BAB IV
HASIL
PENELITIAN
Dari
hasil penelitian kami terhadap siswa/i sekolah dasar yang berbeda kami
mendapatkan hasil penelitian kami bahwa :


KETERANGAN
:
Dari prosentase diatas bahwa siswa/i sekolah dasar
yang sudah kami beri pertanyaan, lebih banyak anak yang berprestasi dalam
non-akademik ke arah seni yang dominan adalah anak perempuan salah satunya
dengan prestasi bernyanyi solo dan paduan suara. Jika dalam bidang olahraga
dominan anak laki-laki sedangkan ekstrakulikuler lainnya seperti pramuka karate
dan lainnya itu bercampur antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan. Yang
terakhir adalah siswa/i yang hanya mengikuti kegiatan ekstrakulikuler saja dan
tidak mengikuti lomba seperti anak yang sudah di pilih untuk mewakili sekolah
mereka.
BAB
V
KESIMPULAN
Bahwa seseorang yang berbakat adalah seseorang yang
memilikikemampuan yang tidak dimiliki oleh orang lain dan bakat setiap individu
berbeda-beda. Kreativitas sebagai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang
baru, sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat
diterapkan dalam pemecahan masalah atau sebagai kemampuan untuk melihat
hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya, adalah
sama pentingnya.
Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku
yang berbakat karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses
pengembangan bakat. Meskipun demikian, hubungan antara kreativitas dan bakat
tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. Bakat yang rendah memang
diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. Namun semakin tinggi bakat
seseorang, tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. Hal ini
tergantung pada proses perkembangan bakat yang harusnya disertai dengan proses
perkembangan kreativitas.
Maka dari prestasi non-akademik ini para siswa bisa
mengenali bakat mereka dalam bidang yang sudah kami tes, dengan demikian para
guru dan para orangtua juga harus membantu meningkatkan bakat yang dimiliki
putra/i mereka agar bisa lebih baik lagi karena prestasi non-akademik dengan
kreativitas dan keberbakatan sangatlah berhubungan satu sama lain.
DAFTAR
PUSTAKA